pelitaekspres.com) -BATANG – Peringatan Satu Abad Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) atau yang lebih dikenal dengan Terate Emas disemarakkan dengan pawai obor, Rabu (1/6/2022) malam. “Pawai yang dimulai dari Desa Sidomulyo sampai padepokan kurang lebih 1 Km, kami tempatkan anggota untuk mengatur padamasa awal, PSHT merupakan perguruan pencak silat tanpa berbentuk organisasi, tapi pada sekitar tahun 1948-an, berdasarkan rapat para petinggi dan sesepuh,telah diputuskan berubah bentuk menjadi organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate yang memiliki AD/ART dalam menjalankan roda organisasi. AlamatPadepokan Persaudaraan Setia Hati Ternate PSHT di jalan Merak no 10 Kota Madiun Pprovinsi Jawa Timur 63128 Indonesia. Untuk yang ingin tanya tanya informasi silakan 0351 451548. Falsafah Persaudaraan Setia Hati Terate Selanjutnya kita ketahui apa sih falsafah dari perguruan silat yang sudah fenomenal ini, adalah sebagai berikut SHTerate yang menganggap ilmu SH (Setia Hati) yang diturunkan oleh mbah Suro merupakan ilmu yang berbasis ajaran Islam, merasa SH Winongo mulai keluar dari jalur tersebut. Perselisihan semakin menjadi-jadi antara tahun 1963-1967, dimana banyak pendekar dari kedua perguruan yang terlibat bentrok fisik dalam peristiwa-peristiwa politik. Diberitakansebelumnya, Walikota Samarinda Andi Harun tiba di Padepokan Pencak Silat Perdaudaraan Setia Hati Terate, Sabtu (3/4/2021) pukul 20.50 WITA, di kawasan Polder Air Hitam Jalan Abwul Wahab Syachranie Samarinda Ulu Kalimantan Timur. Sejarah persaudaraan "Setia-Hati" disingkat S-H berawal pada tahun 1903 yaitu dengan didirikanya persaudaraan SEDULUR TUNGGAL KECER dikampung Tambak Gringsing-Surabaya oleh almarhum Bpk Ki Ngabehi Soerodwirjo dengan nama kecilnya Masdan. Saat itu nama permainan seni pencak silatnya adalah JOYO GENDILO dan hanya dengan 8 murid qUx6dhr. Jumlah Pembaca 979 MADIUN – Sempat disegel oleh sekelompok orang tak dikenal pada 29 Oktober 2019 silam, Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate jalan Merak 10 Kota Madiun telah kembali digunakan untuk kegiatan pengurus pusat PSHT tak lama berselang. Bahkan pada April 2021 yang lalu, padepokan kembali digunakan untuk kegiatan Parapatan Luhur Parluh yang memilih kembali R. Moerdjoko HW sebagai Ketua Umum dan H. Issoebiantoro sebagai Ketua Dewan PSHT tahun 2021-2026. Acara yang saat itu digelar virtual juga dihadiri oleh sebagian perwakilan pengurus cabang PSHT se-Jawa Timur. Mengingat peristiwa penyegelan Padepokan PSHT hampir dua tahun lalu, sore hari yang sama setelah pagi sebelumnya sekelompok orang menyegel padepokan, segel tersebut dibuka sendiri oleh mereka. Hal ini lantaran pihak kepolisian bertindak cepat mengingatkan bahwa tindakan penyegelan tanpa hak merupakan tindak pidana. Ini dilakukan demi menghindari konflik yang tidak diinginkan. Sebagaimana diketahui bahwa saat itu Persaudaraan Setia Hati Terate adalah ormas yang tidak berbadan hukum. Keputusan Kongres/Musyawarah Besar atau Parapatan Luhur yang mengamanahkan untuk membadanhukumkan Persaudaraan Setia Hati Terate pun belum didengungkan. Sementara tak lama selepas peristiwa penyegelan, beredar kabar bahwa kelompok penyegel padepokan tersebut sedang mempersiapkan proses pengajuan Persaudaraan Setia Hati Terate menjadi berbadan hukum. Padahal, setelah ditelusuri ternyata mereka bukanlah pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate yang sah. Berangkat dari hal inilah kemudian Mas Arif Suryono membuat kebijakan untuk mengamankan nama yang sekiranya akan dipakai sebagai badan hukum, yang memuat identitas “Persaudaraan Setia Hati Terate”. – Hum Era Ki Ageng Ngabei Soerjodiwirjo Namanya Muhamad Masdan. Lahir tahun 1876 di Surabaya, putra sulung Ki Ngabei Soeromihardjo. Sorang mantri cacar di daerah Ngimbang, Jombang. Dia bersepupu dengan RAA Soeronegoro Bupati Kediri saat itu. Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirdjo memiliki garis silsilah dengan Betoro Katong yang merupakan pendiri kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Muhamad Masdan adalah peletak dasar pertama PSHT. Setelah beranjak dewasa, ia bernama Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo. Warga PSHT biasa memanggilnya mbah Suro atau Eyang suro Setelah menamatkan Sekolah Rakyat pada 1890, Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo diasuh pamanya, Wedono di Wonokromo, Surabaya. Ia sempat mengenyam pendidikan di pondok pesantren Tebu Ireng Jombang. Dari sini, ia mulai mengasah bela diri pencak silat, sebelum pindah ke Parahiyangan, Bandung pada 1892. Di Parahiyangan, kemampuan bela dirinya semakin matang. Berbagai aliran pencak silat ia pelajari. Sejak itu, Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo berpindah-pindah ke berbagai tempat, seperti Jakarta, Lampung, Padang dan Aceh. Ia berguru dengan tokoh silat dan mendalami berbagai aliran pencak silat di setiap tempat yang ia singgahi, sebelum kembali ke Surabaya pada 1902. Pada 1902 Ki Ageng Soerodiwirdjo bekerja di Kampung Tambak Gringsing, Surabaya sebagai anggota polisi berpangkat mayor polisi. Tahun 1903 ia mendirikan perkumpulan bernama Sedulur Tunggal Kecer”. Sedangkan pencak silatnya bernama “Joyo Gendelo Tjipto Muljo”. Pada 1917, Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo mendirikan perguruan Persaudaraan Setia Hati PSH di desa Winongo, Madiun, Jawa Timur. Sedulur Tunggal Kecer” diganti dengan “persaudaraan”. PSH bertujuan mengikat rasa persaudaraan antar warga PSH, sekaligus membentuk rasa nasionalisme yang saat itu Indonesia masih dijajah Belanda. Ki Ageng Ngabei Soerodiwirdjo wafat pada hari Jum`at, 10 Nopember 1944 dan di makamkan di desa Winongo, Madiun dalam usia 68 tahun. Era Ki Hadjar Hardjo Oetomo Ki Hadjar Hardjo Oetomo adalah tokoh pergerakan kemerdekaan. Atas jasanya dalam pergerkan kemerdekaan itu, Negara menganugerahkannya sebagai pahlawan perintis kemerdekaan. Diperkirakan, penambahan nama “Terate” dimaksudkan agar PSHT dapat dipelajari oleh semua golongan masyarakat. Mengingat, di era Ki Ageng Ngabei Soerodiwirdjo, PSHT hanya diajarkan untuk kalangan bangsawan. Sesuai maknanya, terdapat 3 bentuk bunga terate, yaitu kuncup, setengah mekar dan mekar. Semua golongan masyarakat dapat belajar pencak silat PSHT. Sebelum PSHT terbentuk, Ki Hadjar Hardjo Oetomo mendirikan Setia Hati Pemuda Sport Club SH PSC. Pemerintah Belanda saat itu mencurigai, organisasi PSHT digunakan sebagai tempat latihan pencak silat dan melakukan pergerakan perlawanan terhadap kolonial Belanda. Tindakan Ki Hadjar Hardjo Oetomo itu menghantarkan dia dalam pembuangan ke Jember, Cipinang dan Padangpanjang. Ki Hadjar Hardjo Oetomo meninggal dunia pada tahun 1952 di desa Pilangbango, Madiun. Era RM. Soetomo Mangkoedjojo Soetomo Mangkoedjojo adalah seorang pegawai bank. Ia merupakan salah seorang murid Ki Hadjar Hardjo Oetomo Pada 1942, ia mengusulkan mengganti nama SH PSC sebagai perguruan menjadi Setia Hati Terate sebagai organisasi persaudaraan. Perubahan nama itu disepakati dalam kongres pertama tahun 1948 menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate. Setelah RM. Soetomo Mangkoedjojo dipindah tugaskan ke Surabaya, Ketua PSHT digantikan M. Irsad. Dalam perjalanannya, PSHT semakin berkembang di bawah kepemimpinan M. Irsad yang juga murid Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Sejak itu, PSHT memiliki tambahan materi latihan, yaitu 90 senam, sebagian jurus, jurus belati dan jurus toya. Karena alasan M. Irsad pindah pindah ke Bandung, kepemimpinan PSHT diembankan kepada Santoso Kartoatmodjo. Tahun 1960, terjadi pergolakan di Madiun dan jabatan Ketua dikembalikan kepada RM. Soetomo Mangkoedjojo sampai 1974. Sejak itu, PSHT mulai berkembang di beberapa daerah, seperti Magetan, Surabaya, Mojokerto, Yogyakarta, dan Solo. Era RM. Imam Koesoepangat dan Tarmadji Boedi Harsono, SE Pada 1974, PSHT menyelenggarakan kongres di Madiun dan memilih RM. Imam Koesoepangat sebagai Ketua Pusat PSHT. Ia juga dikenal dengan sebutan Penditho Wesi Kuning. Salah satu ajarannya yang cukup populer adalah “Sepiro gedhening sengsoro yen tinompo amung dadi cobo”. Artinya, “Seberapapun besarnya kesengsaraan, jika diterima dengan ikhlas, semuanya hanya cobaan” RM. Imam Koesoepangat yang sangat menghormati ibunya adalah putra ketiga dari lima bersaudara. Lahir dari pasangan Raden Ayu Koesmiyatoen dengan RM Ambar Koessensi tahun1938 di Madiun. Kakeknya Kanjeng Pangeran Ronggo Ario Koesnoningrat adalah bupati Madiun VI. Di bawah kepemimpinan RM. Imam Koesoepangat, PSHT sebagai perguruan pencak silat yang disegani sejak itu. PSHT semakin pesat berkembang setalah Tarmidji Boedi Harsono, SE dipilih sebagai Ketua pada 1981. RM. Imam Koesoepangat dan Tarmidji Boedi Harsono, SE merupakan dua serangkai yang membesarkan PSHT hingga memiliki warga sebanyak belasan juta di seluruh dunia. Tahun 1982, PSHT mendirikan Yayasan Setia Hati Terate untuk mengelola kekayaan PSHT. PSHT memiliki padepokan agung yang merupakan land mark organisasi. Kini, di bawah Ketua Umum R. Moerdjoko HW, PSHT didirikan di lebih dari 300 pengurus cabang dan komisariat di dalam dan di luar negeri. Silsilah Pimpinan PSHT PSHT adalah organisasi persaudaraan, yang didirikan pada tahun 1922 yang berkedudukan dan berpusat di Madiun. Sebelum diubah bentuknya dari perguruan menjadi organisasi, PSHT dipimpin oleh Ki Hadjar Harjo Oetomo dari tahun 1922 s/d 1948. Setelah menjadi organisasi, PSHT dipimpin oleh Ketua Umum sebagai berikut Soetomo Mangkoedjojo, 1948 sd 1956; Irsad, 1956 sd 1958; Santoso, 1958 sd 1966; RM Soetomo Mangkoedjojo, 1966 sd 1974; RM Imam Koessoepangat, 1974 sd 1977 Badini, 1977 sd 1981; Tarmadji Budi Harsono, 1981 sd 2014 Richard Simorangkir, Plt 2014 sd 2014 Arif Suryono Plt, 2014 sd 2016 Muhammad Taufik, 2016 sd 2017 Moerdjoko HW, 2017 sd sekarang. Informasi Awal - Persaudaraan Setia Hati Terate atau disingkat PSHT atau juga dikenal dengan SH Terate adalah sebuah organisasi pencak silat di Indonesia. Pendiri PSHT adalah Ki Hajar Hardjo Oetomo 1888-1952, pahlawan Perintis Kemerdekaan RI. Ki Hajar Hardjo Oetomo mendirikan PSHT di Madiun, Jawa Timur, pada tahun 1922. PSHT semula bernama Setia Hati Pemuda Sport Club SH PSC yang berbentuk organisasi. Nama tersebut sempat diubah menjadi Persaudaraan Setia Hati "Pemuda Sport Club" dan akhirnya kembali diubah menjadi "Persaudaraan Setia Hati Terate" dalam kongres pertama di Madiun, 25 Maret 1951. Dalam persilatan Indonesia, PSHT termasuk salah satu dari sepuluh perguruan silat yang turut mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia IPSI pada kongres pencak silat tanggal 28 Mei 1948 di Surakarta. Sejak berdirinya hingga sekarang, PSHT tidak pernah absen dalam setiap kegiatan IPSI. SH Terate bersifat terbuka dalam menerima anggota. Setiap warga negara dapat menjadi anggota tanpa melihat suku, ras, agama, warna kulit, gender, golongan, dan usia. PSHT sendiri tidak berafiliasi dengan partai politik manapun. Baca Padepokan Nur Dzat SejatiSejarah Persaudaraan Setia Hati Terate didirakan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Madiun pada tahun 1922. Beberapa tokoh yang turut membesarkan PSHT di antaranya yaitu RM Soetomo Mangkudjojo, Santoso Kartoatmodjo, Irsyad, RM. Imam Koesoepangat, dan KRT Tarmadji Budi Harsono, SE. Merekalah yang meletakkan berbagai dasar dan merintis pengembangan PSHT yang masih digunakan dan berlaku hingga saat ini. Berkat jasa mereka semua, PSHT sejak lama sudah memiliki AD-ART, mendirikan sebuah yayasan, mengembangkan PSHT dengan membentuk banyak cabang, membangun padepokan sebagai pusat kegiatan PSHT, mendirikan koperasi yang akan diperluas dengan melibatkan semua anggota di seluruh cabang, dan makin dikenalnya PSHT melalui berbagai kejuaraan. Anggota PSHT Instagram/pshterateindonesia Baca Pencak SilatMaksud dan Tujuan PSHT bermaksud mendidikan manusia khususnya para anggota agar berbudi luhur, tahu benar dan salah, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. PSHT bertujuan ikut memayu hayuning bawana. Falsafah Selain belajar pencak silat, warga atau anggota PSHT dibekali dengan falsafah PSHT yang ditanamkan pada diri setiap warganya. Falsafah dan ajaran yang utama dari PSHT adalah manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan dibunuh tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu setia pada hatinya sendiri atau ber-SH pada diri sendiri. Menurutnya, tidak ada kekuatan apapun di atas manusia yang bisa mengalahkan manusia kecuali kecuali kekuatan Tuhan Yang Maha Esa. Ajaran tersebut telah menjadi keyakinan kuat bagi semua warga PSHT sehingga menjadi kekuatan tersendiri bagi anggota atau warga secara pribadi maupun persaudaraan. PSHT bertujuan membantu anggotanya untuk mengembangkan karakter jujur, menjaga keseimbangan fisik, mental/kecerdasan, emosi, sosial, dan spiritual. Baca Seni Pencak Silat PelintauSusunan Pengurus Berikut ini adalah susunan Majelis Luhur, Majelis Ajar dan Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate periode 2021-2026. • Majelis Luhur 1. Ketua Ir. Eddy Asmanto2. Sekretaris Dr. Ir. FX. Nugroho Sulami3. Anggota Ir. Bambang Kartono, MBA, MTh4. Anggota H. Adi Prayitno Spd5. Anggota Subagyo TA6. Anggota Anggota KRT Tjiptardjo Mudji Nugroho8. Anggota VB Hernux Sugiarto9. Anggota Drs. Simun Sofyan, • Majelis Ajar 1. Ketua Ir. Temon Suparlan Hadi Prayitno • Pengurus Pusat 1. Ketua Umum DR. Ir. H. Muhammad Taufiq, Ketua Bidang Teknik Mayjen TNI Totok Imam Santoso, Ketua Bidang Kerohanian Ir. Harun Sunarso, Ketua Bidang Organisasi DR. Arie Sujito, Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Muhammad Dwi Suntoro, SE6. Sekretaris Umum Ir. Purwanto Budi Santoso7. Sekretaris I Drs. Sri Harijanto8. Sekretaris II Taufik Fajar Bendahara Umum Untung Triwahyudi10. Bendahara I Agus Siswanto Bendahara II Eka Ardiana12. Biro Umum Armansyah Muharram, ST., MT, AM., Agus Subagyo, SH., Yovi Devitra, Suratno, Sujono, Harianto B, dan Fendi Biro Hubungan Masyarakat Hendra Wahyudi Saputra, Lilik Supanto, Dr. Syarif Prasetyo, Ir. R. Wisantoro, Drs. Yugianto, M. Indra Mahendrawan, Anugerah Sarjana, Choirul Rus Suparjo,SE, Windu Susanto, Agus Triyono, Yulius Nahak Tetik, dan Yudhi Wijayanto, Biro Hukum Drs. Hariono, Welly Permana, SH., MH, Rudi Hartono. SH., MH, Agung Hadiono. SH, Bambang Suprianta. SH., MH, Muhammad Samsoddin. Hendrik Kusnianto, SH, Dwi Prasetyo Samsul Hidayat, SH., MH, dan Muhammad Ali, SH., MH. Almughni

padepokan setia hati terate