Bitpertama IP address kelas A dimulai dari 0, dengan panjang ID net sekitar 8 bit dan Penentuankelas ini dilakukan dengan cara berikut : Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255x255x255). Maka Network ID = 112 & Host = 76.4.3; Ciri cirinya adalah mempunyai panjang net ID sepanjang 8 bit dan mempunyai panjang Host ID sepanjang 24 bit atau 3 oktet. Bit pertama selalu 0 dan oktet pertama selalu 0 - 127. Format penulisan IP Address kelas ini adalah 0xxxxxxx.yyyyyyyy.yyyyyyyy.yyyyyyyy. X adalah Net ID dan Y adalah Host ID. ItulahPenjelasan dari Panjang host ID pada IP address kelas C berapa bit Kemudian, kami sangat menyarankan anda untuk membaca juga soal Gambar di atas merupakan kegiatan? lengkap dengan kunci jawaban dan penjelasannya. Apabila masih ada pertanyaan lain kalian juga bisa langsung ajukan lewat kotak komentar dibawah - Kunci Jawaban Post navigation IPaddress dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Bit pertama kelas A adalah 0,dengan panjang net ID 8 bit dan host ID 24 Bitpertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255×255×255 SuteFR6. JawabanIP pada kelas A hanya terdapat 128 network IP Address dengan jangkauan dari 0 sampai 127PenjelasanIP pada kelas A hanya terdapat 128 network IP Address dengan jangkauan dari 0 sampai 127. Pada jaringan IP Address kelas B, 2 bit pertama dari IP address adalah 10. Dua bit ini dan bit berikutnya 16 bit pertama merupakan network ID. Sedangkan 16 bit terakhir merupakan host ID. Pilihan Ganda.... Pilihlan salah satu jawabanA,B,C,D dan E yang benar pada soal berikut 1. Jenis kabel dibawah ini yang digunakan pada topologi bus adalah …… A. UTP C. STP D. Kabel Data E. Fiber Optic 2. Permasalah yang timbul pada jalur utama topologi bus adalah …… A. Data tidak sampai tujuan B. Terjadi tabrakan data Collision C. Kecepatan transfer data rendah D. Terjadinya kerusakan pada hub E. Boros kabel 3. Bagaimana pengaruh terhadap computer lain apabila salah satu konektor BNC putus? A. Kecepatan transfer data meningkat B. Kecepatan transfer data menurun C. Tidak ada pengaruh D. Tidak dapat terkoneksi ke jaringan E. Terjadi kerusakan pada NIC 4. Besar hambatan terminator yang digunakan pada topologi bus adalah …. A. 10 Ohm B. 75 Ohm C. 25 Ohm D. 100 Ohm 5. Central node pada topologi star berupa ….. A. Repeater C. Konektor D. Router E. Kabel 6. Kecepatan maksimum kartu jaringan jenis ISA pada topologi star adalah …… A. 5 Mbps C. 15 Mbps D. 20 Mbps E. 25 Mbps 7. Repeater dipasang jika jarak kabel UTP sudah lebih dari ….. B. 200 m C. 300 m D. 400 m E. 500 m 8. Fungsi dari tang Crimping pada pemasangan kabel UTP adalah …. A. Memotong kabel B. Mengelupas kabel C. Meratakan kabel D. Mengunci konektor 9. Pada pemasangan kabel straight, pin yang digunakan untuk mengirim transferring data adalah ….. B. 6 dan 8 C. 4 dan 5 D. 3 dan 6 E. 3 dan 8 10. Pada pemasangan kabel straight, pin yang digunakan untuk menerima recieving data adalah ….. A. 1 dan 2 B. 6 dan 8 C. 4 dan 5 E. 3 dan 8 11. Pemasangan kabel secara straight pada kabel UTP digunakan untuk menghubungkan ….. A. Komputer dengan computer B. Komputer dengan hub/switch C. Switch dengan router D. Hub dengan Repeater E. Client dengan Server 12. Apabila NIC sudah terinsall dengan baik, maka dapat dilihat meelalui …. A. Device manager dan Add/remove hardware B. Control panel dan Add/remove windows component C. Windows explorer dan regedit D. Network connection dan device manager E. My network places dan dxdiag 13. Mengapa alamat IP dengan octet pertama 127 tidak digunakan di kelas A? A. Sebagai cadangan untuk penelitian B. Merupakan IP khusus yang hanya dimiliki oleh server C. Merupakan IP LoopBack untuk untuk setiap computer yang ada D. Merupakan IP yang digunakan untuk keperluan routing jaringan E. Merupakan IP yang bersifat public untuk jaringan internet 14. Sebuah jaringan computer dengan jumlah computer 43. Maka subnet mask yang digunakan adalah ….. A. B. D. E. 15. Dalam pengalamatan IP Address, isian DNS berfungsi untuk ….. A. Menerjemahkan alamat IP ke alamat domain B. Koneksi ke jaringan C. Menghubungkan dua workgroup D. Koneksi dengan jaringan Client Server E. Koneksi dengan /Hostpot 16. Dibawah ini merupakan contoh koneksitas jaringan yang paling bagus adalah …… A. Reply from bytes=32 time=10ms TTL=64 B. Reply from bytes=32 time=15ms TTL=64 C. Reply from bytes=32 time=20ms TTL=64 D. Reply from bytes=32 time=25ms TTL=64 E. Reply from bytes=32 time=50ms TTL=64 17. Permasalahan yang mungkin terjadi pada software dalam koneksitas jaringan adalah berikut ini, kecuali….. A. Setting konfigurasi jaringan tidak benar B. Kesalahan nama Workgroup pada komputer C. Protokol yang tidak cocok D. Network Interface Card NIC rusak/mati E. Kesalahan service network 18. Untuk mengetahui koneksi komputer ke switch / hub, dapat dilakukan dengan mengecek suatu hal yang berikut ini, kecuali … A. Lampu indikator switch / hub B. Kabel LAN C. Lampu indikator LAN Card D. IP Address 19. Untuk mengakses CDROM yang ada didrive E dengan Ip address dari komputer orang lain yang sudah disharing, contoh isian di baris Open yang benar adalah… C. // D. //SMKN JMTN/E 20. Di bawah ini yang termasuk system operasi berbasis GUI kecuali …….. B. Apple C. Macintosh D. Windows E. Ubuntu 21. Di bawah ini adalah jenis-jenis sistem operasi, kecuali….. A. Ubuntu B. Windows XP C. Mac OS E. Red Hat 22. Sebuah jaringan computer dengan jumlah computer 43 maka memiliki subnet mask yang digunakan… A. B. D. E. 23. Panjang Net id pada kelas A B. 16 bit C. 24 bit D. 64 bit E. 32 bit 24. Panjang Host ID pada kelas B A. 8 bit C. 24 bit D. 64 bit E. 32 bit 25. Perintah untuk mengetahui jalur / rute suatu domain komputer / website mengguna-kan pada system Linux adalah ……… A. Ping B. Traceroute D. Ipconfig E. Ifconfig 26. Perangkat keras yang digunakan untuk menyatukan kabel-kabel network dari tiap-tiap workstation atau perangkat lainnya dalam jaringan disebut.......... B. Lan Card C. Modem D. USB E. Wireless 27. Topologi jaringan komputer yang menggunakan BNC T sebagai konektornya adalah.... B. Topologi Coaxial C. Topologi Ring D. Topologi Star, E. Topologi Workstation 28. Berikut ini merupakan gambar perangkat jaringan.... A. Bridge B. Card Reader C. Modem E. Wan Card 29. Salah satu keuntungan jaringan komputer menggunakan topologi bus adalah …. A. Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil B. Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa menggangu workstation lain. C. Kepadatan lalu lintas pada jalur utama D. Diperlukan repeater untuk jarak jauh E. Lay out kabel kompleks 30. Agar penggunaan kabel coaxial jenis thinnet optimal maka setiap ujung harus diterminasi dengan.... A. Pembungkus kaber isolator B. T-Connector 0,5 meter D. Terminator 500-ohm E. Transceiver External 31. Perintah “PING” pada jaringan digunakan untuk hal-hal yang berikut ini, kecuali.... A. Menguji fungsi kirim sebuah NIC B. Menguji fungsi terima sebuahNIC C. Menguji kesesuaian sebuah NIC D. Menguji konfigurasi TCP/IP E. Menguji koneksi jaringan 32. Untuk melihat konfigurasi alamat IP pada sebuah komputer digunakan perintah.... A. Ip all B. Ipall C. Ip config E. Ipconfigurasi 33. Apakan kepanjangan dari DHCP.... A. Dynamic Hosting Configuration Protocol. B. Dinamis Host Configurasi Protocol. C. Dynamic Hosting Confidenci Protocol D. Dinamic Host Confidenci Protocol. E. Dynamic Host Configuration Protocol. 34. Dalam pengalamatan IP Address, Isian DNS berfungsi untuk… A. Menerjemahkan alamat ip ke alamat domain B. Koneksi ke jaringan internet C. Menghubungkan 2 workgroup D. Koneksi dengan jaringan Client server E. Koneksi dengan Hotspot 35. Jenis IP address untuk jaringan berukuran kecil atau Local Area Network adalah.... A. Kelas A B. Kelas B D. Kelas A dan B E. Kelas B dan C 36. Tujuan dibentuknya workgroup A. Mempermudah pengalamatan IP B. Mempermudah transfer data C. Mempermudah sharing data D. Mempermudah koneksi internet E. Mempermudah pengelolaan jaringan 37. Dalam konfigurasi berbagi pakai koneksi internet internet connection sharing, komputer yang tersambung dengan internet akan berfungsi sebagai.... B. dump C. router D. switch E. server / gateway 38. Pemasangan NIC pada computer tidak plug and play disebabkan… A. Belum ada driver NIC pada OS B. NIC bertipe ISA C. NIC bertipe PCI D. NIC rusak E. NIC bertipe AGP 39. Pada pemasangan kabel straight, pin yang digunakan untuk mengirim transmit data adalah.. A. 1 dan 2 B. 4 dan 5 C. 3 dan 8 D. 7 dan 6 40. Kombinasi pengkabelan straight pada jaringan komputer yang sesuai dengan standart internasional adalah.... A. White orange – orange - white green – blue - white blue - green – white brown - brown B. White orange – orange - white green – green - white blue - blue – white brown - brown C. White green – green - white orange – blue - white blue - orange – white brown - brown D. White orange – orange - white green - green - white blue - blue – white brown - brown E. Orange – white orange – green – white green - white blue - blue – white brown – brown- IP address adalah salah satu dari berbagai macam protokol jaringan yang berguna untuk mengakses konten dan situs yang terhubung di dalam jaringan internet. IP address digunakan sebagai alamat komputer untuk melakukan komunikasi di dalam jaringan internet. Hal tersebut menjadikan IP Address sebagai sistem pengalamatan komputer yang universal dan dapat diterima di seluruh memanfaatkan fungsi IP Address di dalam jaringan komputer, IP address yang dimiliki tiap host haruslah unik dan berbeda-beda. Jadi, jika di dalam sebuah jaringan komputer terhubung dua buah komputer, maka kedua komputer itu memiliki “alamat”-nya masing-masing. Hal tersebut karena pengalamatan komputer dengan IP address tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Jika ditemukan ada dua host yang menggunakan IP address yang sama, maka akan terjadi masalah di dalam jaringan komputer. Untuk membuktikannya, coba saja Anda lakukan cara cek IP address di komputer Anda dengan komputer lain yang terhubung di dalam jaringan yang sama. Lalu, samakan IP address kedua komputer Address terpisah menjadi dua bagian, yakni bagian network net ID dan bagian host host ID. Net ID untuk mengidentifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID untuk mengidentifikasi host di dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung di dalam jaringan yang sama akan memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit awal pada IP Address merupakan network bit atau network number, sedangkan sisanya untuk host. Untuk membedakan net ID dan host ID, ada garis pemisah yang ditentukan dari pembagian kelas IP address dan subnetting yang di dalam IP address terbagi menjadi lima, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. Perbedaan tiap kelas adalah pada skala jaringan dan jumlah hostnya. IP address juga perlu untuk dilakukan subnetting agar pemakaian IP address pada jaringan menjadi efektif dan efisien. Pada artikel kali ini, kami akan menjelaskan lebih detail mengenai contoh IP address kelas A beserta cara subnettingnya. Tanpa berlama-lama, berikut ini adalah penjelasannya untuk IP Address kelas ABit pertama pada IP address kelas A adalah “0” di dalam bilangan biner, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Sehingga, byte pertama IP address kelas A memiliki nilai dari 0-127 dalam bilangan desimal. Pada IP Address kelas A, terdapat 127 network dengan tiap networknya dapat mengalamatkan sekitar 16 juta host. IP address kelas A biasanya digunakan untuk jaringan komputer skala besar. Contohnya adalah jaringan telekomunikasi global yang terdiri dari perangkat keras jaringan komputer yang cukup kompleks. Bit-bit di dalam IP address kelas ini dapat digambarkan sebagai berikutn = bit network; h = bit hostSubnetting IP Address Kelas ASeperti yang kami bilang sebelumnya, subnetting dilakukan untuk efisiensi dan efektifitas dalam pemakaian IP address di dalam jaringan komputer. Untuk melakukan subnetting, Anda harus memperhatikan beberapa informasi, seperti subnet mask, dan kelas IP address yang digunakan. Untuk memberikan Anda pemahaman mengenai subnetting IP address kelas A, kami akan memberikan contoh IP address kelas A. Ok, sekarang kami berikan contoh sebuah IP address dengan network address Gimana yah cara melakukan subnettingnya? Ada dua cara yang bisa Anda lakukan, berikut ini kedua cara tersebutCara pertamaKonsep subnetting IP address kelas A sebenarnya sama saja dengan contoh IP address kelas B yang kami jelaskan sebelumnya. Perbedaannya hanya pada oktet mana kita akan “mainkan” blok subnet-nya. Jika kelas C berarti di oktet keempat terakhir, kelas B di oktet ketiga dan keempat 2 oktet terakhir, dan jika kelas A berarti di oktet kedua, ketiga, dan keempat 3 oktet terakhir. Lalu, subnet mask yang biasa digunakan untuk subnetting IP address kelas A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai / IP address kelas A dengan Subnet Mask /16, yang berarti deret biner subnetnya adalah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya bilangan biner “1” pada 3 oktet terakhir. Artinya, dapat dihitung 28 = 256 subnetJumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah banyaknya bilangan biner “0” pada 3 oktet terakhir. Artinya, dapat dihitung 216 – 2 = 65534 hostBlok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya 0, 1, 2, 3, 4, dan host dan broadcast yang valid? Mari kita simak tabel berikutAlamat Host Host keduaCara kedua kali ini caranya hampir sama seperti penjelasan kami sebelumnya pada contoh IP address kelas C dan kelas B. Yang membedakan pada subnetting IP address kelas A hanyalah pada oktet yang dimainkan untuk metode subnettingnya. Kali ini, kami akan berikan contoh IP address /12. Tentukan alamat subnet, alamat host pertama dan terakhir, serta alamat broadcastnya!108530211111111111000000000000000000Oktet 1Oktet 2Oktet 3Oktet 4256256Anda ingat tabel di bawah ini? Tabel tersebut akan kita gunakan kembali dalam metode subnetting IP address kelas A kali CIDRTotal IP Address/24256/25128/2664/2732/2816/298/304Karena pada contoh kali ini adalah contoh IP address kelas A, maka hostnya yang menjadi acuan di dalam perhitungan adalah 85, jadi cara menghitungnya adalah /12 + 16 sehingga 12 + 16 = /28 angka 16 didapat dari penjumlahan oktet 3 dan oktet 4 yang masing-masing oktet berjumlah 8 biner, jadi 8 + 8 = 16. Sehingga nilai CIDR-nya menjadi /28, yang berdasarkan pada tabel di atas, mempunyai total IP address sebanyak 16 yang range IP address-nya adalah 0-15. Maksudnya IP address yang tersedia dimulai dari – Pada contoh ini, tidak termasuk dalam range IP address 0-15. Untuk mengetahui host 85 termasuk ke dalam range IP address yang mana, kita akan menggunakan cara yang sama persis ketika perhitungan subnetting IP address kelas C dan B, yaitu 85 dibagi total IP address-nya yaitu 16 dan hasilnya dikali 16 juga. Sehingga dapat dituliskan seperti di bawah ini,85 / 16 = 5,13, hasilnya digenapkan menjadi 5. Lalu5 x 16 = 80 dan 80 + 15 = 95 80 – 95 sehingga host 85 terdapat di range IP address 80 – 95. Maksudnya ip address terdapat di dalam range IP address sampai lupa, karena ini merupakan IP address kelas A, bukan berati total IP address-nya ada 16. Yang benar adalah 16 x 256 x 256 = Jadi /12 mempunyai total IP address sebanyak host. Jika dituliskan hasil-hasilnya, maka akan seperti di bawah Network = IP Address Awal = IP Address Akhir = Alamat Broadcast = Subnet mask = 256-16 = dan materi subnetting dan contoh IP address yang kami tuliskan akhir-akhir ini, kita dapat melihat bahwa cara perhitungan subnetting dari IP address kelas A, B, dan C itu sama saja. Yang membedakan hanyalah oktet berapa yang akan “dimainkan”. Sekian artikel kami kali ini seputar contoh IP address kelas A beserta cara subnettingnya. Semoga artikel kali ini dapat menambah wawasan kita lebih dalam seputar networking dan cara-cara subentting. Alamat IP Internet Protocol Address, adalah sistem pengalamatan di network dengan menggunakan sederetan angka berupa kombinasi 4 deret bilangan antara 0 s/d 255 yang masing-masing dipisahkan oleh tanda titik ., mulai dari hingga atau kira-kira akan ada 4 milyar lebih IP address yang dapat dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia.. IP address memiliki 32 bit dan dibagi menjadi dua bagian bagian networkNet ID dan bagian host Host ID. Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. Pembagian kelas-kelas ini ditujukan untuk mempermudah alokasi IP Address, baik untuk host/jaringan tertentu atau untuk keperluan tertentu. Perbedaan tiap kelas terletak pada ukuran dan jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan eksperimental. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut IP address kelas A Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host 255×255×255×0. IP address kelas B Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyai IP address network ID = dan host ID = Pada. IP address kelas B ini mempunyai range IP dari sampai yakni berjumlah network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host. IP address kelas C IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host. IP address kelas D IP address kelas D digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP address kelas D selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247, sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilah network ID dan host ID. IP address kelas E IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255. Sebagai tambahan dikenal juga istilah Network Prefix, yang digunakan untuk IP address yang menunjuk bagian jaringan. Dalam penggunaannya, IP Address dibagi menjadi 2 golongan, yaitu Public Address dan Private Address. Public Address adalah IP Address yang digunakan untuk komunikasi pada jaringan di internet, sebagai contoh pada saat kita pertama kali mengakses URL maka secara otomatis computer kita akan melakukan koneksi menuju alamat angka tersebut dapat kita lihat pada baris status di browser kita Internet Explorer/Mozilla Firefox yang terletak pada sebelah kiri bawah. Nomor adalah IP address yang digunakan di jaringan internet dan digolongkan sebagai Public Address. Private Address adalah IP Address yang digunakan untuk komunikasi yang tidak terhubung langsung dengan internet atau berada pada sebuah area local. Dengan menggunakan Private Address ini, computer tidak dapat terhubung dengan internet. Hanya dapat bertukar informasi dengan computer lainnya yang juga terhubung pada jaringan yang sama intranet. Private IP ini biasanya digunakan pada suatu perkantoran. Nomor yang digunakan biasanya dimulai dengan sampai seterusnya sebanyak computer yang ada. Tipe-tipe Jaringan Komputer Dalam jaringan terdapat tiga buah peran yang dijalankan, diantaranya Client Peran hanya sebatas pengguna tetapi tidak menyediakan sumber daya sharing, informasi, dan lain-lain Peer client yang menyediakan sumber daya untuk dibagi kepada client lain sekaligus memakai sumber daya yang tersedia pada client yang lain peer to peer Server menyediakan sumber daya secara maksimal untuk digunakan oleh client tetapi tidak memakai sumber daya yang disediakan oleh client Jenis-Jenis Jaringan Berdasarkan Fungsi 1. Jaringan Client-Server Merupakan server didalam sebuah jaringan yang menyediakan mekanisme pengamanan dan pengelolaan jaringan tersebut. Jaringan ini terdiri dari banyak client dari satu atau lebih server. Client juga biasa disebut front-end meminta layanan seperti penyimpanan dan pencetakan data ke printer jaringan, sedangkan server yang sering disebut back-end menyampaikan permintaan tersebut ke tujuan yang tepat. Pada Windows NT, Windows 2000, dan Windows Server 2003, jaringan berbasis server diorganisasikan di dalam domain-domain. Domain adalah koleksi jaringan dan client yang saling berbagi informasi. Keamanan domain dan perizinan log on dikendalikan oleh server khusus yang disebut domain controlle. Terdapat satu pengendali domain utama atau Primary Domain Controller PDC dan beberapa domain controller pendukung atau backup Domain Controller BDC yang membantu PDC pada waktu-waktu sibuk atau pada saat PDC tidak berfungsi karena alasan tertentu. Primasry Domain Controller juga diterapkan di dalam jaringan yang menggunakan server Linux. Software yang cukup andal menangani masalah ini adalah samba yang sekaligus dapat digunakansebagai penyedia layanan file dan print yang membuat computer Windows dapat mengakses file-file di mesin Linux dan begitu pula sebaliknya. Jaringan berbasis server memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah Media penyimpanan data yang terpusat memungkinkan semua user menyimpan dan menggunakan data di server dan memberikan kemudahan melakukan backup data di saat kritis. Pemeliharaan data juga menjadi lebih mudah karena data tidak tersebar di beberapa computer. Kemampuan server untuk menyatukan media penyimpanan di satu tempat akan menekan biaya pembangunan jaringan. Server yang telah dioptimalkan membuat jaringan berjalan lebih cepat daripada jaringan peer-to-peer. Membebaskan user dari pekerjaan mengelola jaringan. Kemudahan mengatur jumlah pengguna yang banyak. Kemampuan untuk sharing peralatan mahal seperti printer laser. Mengurangi masalah keamanan karena pengguna harus memasukkan password untuk setiap peralatan jaringan yang akan digunakan. 2. Jaringan Peer To Peer Setiap computer di dalam jaringan peer mempunyai fungsi yang sama dan dapat berkomunikasi dengan computer lain yang telah memberi izin. Jadi, secara sederhana setiap komputer pada jaringan peer berfungsi sebagai client dan server sekaligus. Jaringan peer digunakan di sebuah kantor kecil dengan jumlah computer sedikit, dibawah sepuluh workstation. Keuntungan menggunakan jaringan peer adalah Tidak memerlukan investasi tambahan untuk pembelian hardware dan software server. Tidak diperlukan seorang network administrator dan setupnya mudah serta meminta biaya yang murah. Kerugian menggunakan jaringan peer adalah Sharing sumberdaya pada suatu komputer didalam jaringan akan sangat membebani computer tersebut. Masalah lain adalah kesulitan dalam mengatur file-file. User harus menangani komputernya sendiri jika ditemui masalah keamanan sangat lemah. 3. Jaringan Hybrid Jaringan hybrid memiliki semua yang terdapat pada tiga tipe jaringan di atas. Ini berarti pengguna dalam jaringan dapat mengakses sumber daya yang dishare oleh jaringan peer, sedangkan di waktu bersamaan juga dapat memanfaatkan seumber daya yang disediakan oleh server. Keuntungan jaringan hybrid adalah sama dengan keuntungan menggunakan jaringan berbasis server dan berbasis peer. Jaringan hybrid memiliki kekurangan seperti pada jaringan berbasis server. Tentukan Network ID Net Host ID dan kelas pada IP Address di berikan penjelasan setiap jawaban pliss bantu dong besok di kumpulkan ​ Jawaban5. a. -> ip kelas Cnetid 10b. -> ip kelas Bnetid ->ip kelas Anetid 10hostid /16b. /23c. /27d. /26c. /23d. /10e. /12

panjang net id pada kelas a adalah